Platform kesehatan komunitas untuk mendorong gaya hidup aktif masyarakat Indonesia melalui koneksi sosial, kompetisi sehat, dan kekuatan kebersamaan.
SehatBareng adalah aplikasi web & mobile yang mengkombinasikan tracking aktivitas fisik, leaderboard komunitas lokal, dan sistem motivasi sosial untuk mendorong masyarakat Indonesia hidup lebih aktif.
Indonesia menghadapi krisis sedentary lifestyle yang serius. Data menunjukkan tingginya prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas akibat kurangnya aktivitas fisik. Sementara itu, smartphone adoption sudah mencapai mayoritas penduduk dan budaya gotong-royong tetap kuat — ini adalah momentum sempurna untuk solusi digital yang menggabungkan keduanya.
Mayoritas masyarakat Indonesia tidak memenuhi rekomendasi WHO untuk aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
Penyakit tidak menular terkait gaya hidup sedentary menjadi penyebab utama kematian, membebani sistem kesehatan nasional.
Banyak orang mulai olahraga lalu berhenti dalam 2-4 minggu. Kebanyakan apps fitness fokus pada individu, kurang elemen sosial.
Strava & Google Fit tidak relevan dengan konteks Indonesia. Tidak ada leaderboard wilayah, reward lokal, atau budaya senam pagi.
Menjadi platform kesehatan komunitas terbesar di Indonesia yang mengubah cara masyarakat memandang olahraga — dari kewajiban individu menjadi gerakan kolektif.
Weekly Active Users with 3+ Activity Logs — Metrik tunggal yang menggabungkan adoption, retention, dan engagement. Bukan sekadar download, tapi user yang benar-benar bergerak.
Tiga persona utama yang merepresentasikan segmen target user.
Profil: Karyawan kantoran di Jakarta, gaji menengah, smartphone heavy user
Pain: Sadar perlu olahraga tapi sering tidak konsisten, sulit cari motivasi setelah hari kerja yang panjang
Goal: Turun 5kg dalam 6 bulan, hidup lebih sehat untuk keluarga, ingin punya teman olahraga
Quote: "Mau olahraga sendiri males, tapi kalau ada yang ngajak jadi semangat."
Profil: Ibu rumah tangga & freelancer di Bandung, sudah pakai Strava untuk lari
Pain: Tidak ada komunitas lokal di app yang dipakai, ingin tahu siapa saja yang aktif di lingkungannya
Goal: Persiapan ikut event lari kota, ingin koneksi dengan ibu-ibu lain yang olahraga
Quote: "Seru aja kalau bisa lihat tetangga mana yang rajin olahraga, jadi termotivasi."
Profil: Pensiunan PNS di Yogyakarta, ikut komunitas senam lansia, baru belajar smartphone
Pain: UI app olahraga umumnya terlalu rumit, font kecil, banyak istilah asing
Goal: Kontrol gula darah, tetap aktif di usia senja, terhubung dengan komunitas senam
Quote: "Saya cuma butuh yang sederhana, gampang dilihat, dan bisa ngobrol sama teman senam."
Setiap fitur dirancang untuk saling mendukung dan menciptakan habit loop yang sehat.
Catat aktivitas dengan pilihan kategori: lari, jalan, sepeda, renang, gym, yoga, olahraga lokal.
Integrasi dengan Google Health, Strava (Phase 1) dan Apple Health, Garmin, Fitbit (Phase 2). Data tersinkron real-time.
Ranking di tingkat: RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota, Provinsi, Nasional. User bisa pilih scope kompetisi.
Kompetisi antar RT/RW/Kelurahan. Total aktivitas warga digabung, juara dapat trofi virtual + sertifikat dari pemda.
Cari dan tambah teman, lihat aktivitas mereka di feed, kirim "semangat!" (cheer), chat singkat untuk motivasi.
Bentuk grup 5-10 orang (kantor, RT, geng kuliah). Chat grup, jadwal olahraga bareng, kompetisi antar squad.
Tantangan mingguan, bulanan, atau komunitas. Contoh: "10K langkah selama 7 hari", "Marathon Mini 21 km dalam 14 hari".
Sistem poin dari setiap aktivitas & challenge selesai. Koleksi badge unik untuk milestone tertentu.
Konsistensi olahraga = pohon virtual tumbuh. Tiap milestone, sponsor tanam pohon asli (partner LindungiHutan).
Tukar poin dengan voucher: apotek lokal, gym, kelas yoga, alat olahraga di marketplace Indonesia.
Chatbot personal yang kasih saran berdasarkan pola aktivitas user. Jawab pertanyaan nutrisi, recovery, technique.
Skor 0-100 berdasarkan langkah, tidur, aktivitas, konsistensi. Mirip credit score untuk kesehatan.
Mode Ramadan (tracking sesuai jadwal puasa), Car Free Day tracker, Senam Pagi Bareng live session.
Setiap milestone langkah, sponsor donasi ke yayasan kesehatan. Olahraga jadi punya makna sosial.
| Fitur | SehatBareng | Strava | Google Fit |
|---|---|---|---|
| Komunitas lokal Indonesia | ✓ | — | — |
| Leaderboard per wilayah (RT/RW) | ✓ | — | — |
| Bahasa & konteks Indonesia | ✓ | — | — |
| Reward lokal (apotek, gym) | ✓ | — | — |
| Mode Ramadan & CFD | ✓ | — | — |
| Tracking GPS akurat | ✓ | ✓ | ✓ |
Stack modern, scalable, dan mempertimbangkan ekosistem developer Indonesia.
Aplikasi menggunakan arsitektur microservices dengan API Gateway sebagai entry point. Service utama: User Service (auth & profile), Activity Service (tracking & sync), Community Service (leaderboard & friends), Challenge Service (gamifikasi), dan Notification Service (push notifications). Database dibagi per service dengan PostgreSQL sebagai primary store dan Redis untuk caching leaderboard real-time.
Bulan 1—3
Bulan 4—5
Bulan 6—8
Risiko: Data kesehatan adalah PII sensitif. Kebocoran bisa menyebabkan kehilangan trust
permanen dan masalah hukum.
Mitigasi: Compliance UU PDP, audit keamanan reguler, data
anonimisasi pada leaderboard publik, opt-in eksplisit untuk sharing.
Risiko: Fitness app rata-rata punya churn tinggi (60%+ dalam 30
hari).
Mitigasi: Streak system, push notification yang personal, social pressure dari
friends, reward yang membuat user comeback (daily login bonus, weekly challenge baru).
Risiko: Strava/Google Fit API berubah atau pricing naik
mendadak.
Mitigasi: Build manual logging sebagai fallback utama. Tracking GPS built-in
untuk aktivitas outdoor. Multiple integration partners.
Risiko: Target persona seperti Pak Hadi (lansia) mungkin kesulitan dengan UI
digital.
Mitigasi: Mode UI sederhana (large font, simpel navigation), partnership dengan
komunitas senam & posyandu untuk onboarding offline, kader sebagai super-user.
Risiko: Iklan atau paywall yang agresif merusak pengalaman user dan
komunitas.
Mitigasi: Model partnership B2B (corporate wellness, asuransi, pemda) sebagai
revenue utama. Marketplace reward sebagai monetisasi sekunder. Free forever untuk fitur inti.
Risiko: User curang dengan input fake activity untuk dapat poin/ranking
tinggi.
Mitigasi: Validasi via GPS untuk outdoor, integrasi wearable sebagai proof,
detection algorithm untuk pattern mencurigakan, community reporting.